Takutlah akan Tuhan
Yeremia 33:5
Betapa mengerikan apabila amarah dan murka Tuhan ditimpakan. Rumah dan istana, sebagai simbol perteduhan dan perlindungan yang paling kokohpun, dapat luluh-lantak dalam sekejap. Bentuk murka dan amarah Tuhan, bisa pula Ia wujudkan melalui perang antar manusia, bila dikehedaki-Nya. Ini telah menjadi pengalaman memilukan, yang pernah dialami bangsa Israel. Padahal kita tahu bersama, bangsa ini adalah umat pilihan Tuhan. Tetapi, praktek hidup yang dijalani oleh mayoritas bangsa ini, terutama yang hidup sezaman dengan nabi Yeremia, rupanya telah hidup dalam kubangan dosa. Nasihat-nasihat pedas sang nabi, tidak diindahkan. Dapat dikatakan, banyak di antara umat Tuhan di masa itu, tidak lagi takut akan Tuhan. Sehingga konse-kuensinya, dimurkai Tuhan. Banyak yang terkapar, tergeletak menjadi bangkai korban peperangan. Yang tersisapun, diangkut menjadi jajahan dan budak di negeri orang. Tragis, sekaligus membekas menjadi kenangan yang tak mungkin terlupakan.
Tentu tak akan ada satupun di antara kita, yang mau mengalami pengalaman pahit seperti yang pernah dialami umat Israel. Meskipun pada kenyataanya, dalam hidup yang kita jalani, kerapkali kita mempraktekkan sifat dan sikap yang tak berkenan di hadapan Tuhan. Secara jujur, kita patut mengakuinya. Dan firman-Nya saat ini, kiranya mengingatkan kita, agar selalu menginsafi dan menerapkan dengan sungguh-sungguh, hidup yang takut akan Tuhan. Amin.
Doa: Kiranya kami selalu diingatkan dan dimampukan, jalani hidup yang takut akan Tuhan, dan benar-benar mempraktekan-nya di manapun kami pergi dan berada. Roh Kudus, senantiasa menolong. Amin.