TEMA
“GMIM sebagai Perekat Kerukunan dan Persaudaraan”
BACAAN ALKITAB : Mazmur 133:1-3
Saudara-saudara yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus.
Dalam perjalanan sejarah Gereja Masehi Injili di Minahasa telah mengalami banyak kemajuan, sehingga kurun waktu yang diberikan Tuhan Allah dalam Yesus Kristus kepada gereja-Nya sejak tanggal 30 September 1934 ini merayakan HUT ke-84 GMIM bersinode.
GMIM yang hadir di tanah Minahasa, Sulawesi Utara bahkan memberitakan Injil sampai ke ujung bumi telah memberi dampak yang positif terhadap kerukunan dan persaudaraan antar sesama manusia. Namun demikian masih ada kelompok-kelompok tertentu yang tidak menginginkan persaudaraan yang rukun seperti adanya radikalisme dan intoleran yang cenderung memecah belah persatuan negara Republik Indonesia. Negara Indonesia sangat kuat fondasinya karena Pancasila dan Undang-Undang Dasar tahun 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika yang merupakan kekayaan bangsa Indonesia.
Bacaan kita Mazmur 133, merupakan nyanyian ziarah Daud yang telah mengalami banyak pergumulan hidup di mana bangsa yang terpisah-pisah mengalami kemunduran, karena itu Nyanyian Ziarah Daud ini dituangkan dalam bentuk syair yaitu “sungguh alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun.
Rukun berarti bersatu hati, sepakat, dan tidak bertengkar. Hal ini dimaksudkan apabila memelihara kerukunan maka diberkatilah bangsa. Hal yang sama juga nampak dalam kerukunan keluarga yang mempunyai fam atau marga masing-masing keluarga. Kerukunan merupakan suatu keindahan yang tiada taranya sama seperti kita melihat bunga yang sangat indah warnanya.
Kerukunan itu juga nampak dengan sebuah simbol seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang memeleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Hal ini mempunyai makna betapa kerukunan itu mendatangkan berkat jasmani dan rohani.
Biar bagaimanapun hubungan yang baik pasti menyengarkan, di Timur tengah kuno minyak yang dicampuri rempah-rempah dan wangi dipakai untuk menguatkan dan melicinkan rambut dan memelihara kulit; biasanya seorang tamu disambut dengan dituangkan minyak di atas kepalanya atau diminyaki kakinya. Karena itu minyak sebagai simbol bentuk berkat petahbisan seorang yang berlaku bagi Imam.
Selanjutnya embun Hermon merupakan kiasan untuk embun yang melimpah di musim panas atau Gunung Sion. Sebab ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya. Tuhan berinisiatif memberkati umat-Nya, yang bukan hanya sewaktu-waktu tetapi untuk selalu terus.
Saudara-saudara yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus.
Kondisi bangsa dan negara kita dewasa ini sudah banyak mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih baik serta pemerintah terus berupaya agar kerukunan hidup antar agama, gereja dan sesama anak bangsa tetap terpelihara dengan baik.
Gereja harus tampil beda untuk memberitakan dan menyaksikan perbuatan besar dari Tuhan Allah dalam Yesus Kristus. GMIM harus terus menjadi garam dan terang dunia di tengah masyarakat yang cenderung pluralisme.
GMIM yang merayakan HUT ke-84 bersinode harus menjadi perekat dan persaudaraan yang rukun atas sesama warga gereja dan masyarakat. Hanya saja masih ada anggota jemaat GMIM yang hanya pasrah dengan keadaan yang sedang dialami.
Seringkali kemalasan berusaha di bidang ekomoni sedang dialami oleh anggota warga GMIM. Generasi muda yang seharusnya menjadi generasi yang militan yaitu cinta Tuhan, Cinta gereja dan menciptakan lapangan pekerjaaan (seperti mau berbinis dengan peluang yang sangat besar) namun generasi kita masih suka dan terlena dengan sebuah gengsi yang sangat berlebihan (Biar kalah nasi asal jangan kalah aksi).
Bagaimana mau maju kalau gaya hidup dan etos kerja yang sangat rendah, tidak mau kerja keras. Keluarga sebagai pusat pendidikan Kristen harus tetap rukun terhadap sesama anggota keluarga termasuk Pelayan Khusus harus menciptakan persaudaran yang rukun sebagai wujud ketaatan kepada pemilik Gereja yaitu Tuhan Yesus Kristus.
Hanya saja sering muncul permasalahan seperti masih ada sikap egois dan tidak mau saling mendengar satu dengan yang lain, sehingga muncul konflik atas sesama warga. GMIM yang merayakan 84 tahun bersinode harus menjadi perekat dan persaudaraan yang rukun di tengah-tengah bangsa dan negara supaya damai sejahtera dan berkat-bekat diberikan Tuhan kepada Gereja-Nya.
Saudara-saudara yang dibekarti Tuhan.
Marilah kita sebagai warga GMIM yang telah menerima kasih karunia yang menyelamatkan dari Tuhan Yesus, hendaknya terus menciptakan kedamaian, kerukunan dan persaudaraan yang rukun antar sesama warga bahkan kepada mereka yangt tidak seiman pun kita harus menjadi contoh dan teladan dalam menjalankan panggilan yang Tuhan percayakan kepada kita.
Muliakanlah Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus dan persekutuan dengan Roh Kudus. Selamat merayakan HUT ke-84 GMIM Bersinode. Amin.