MTPJ 31 Desember 2018 Khotbah Malam Akhir

0
1166
TEMA: Pilihlah Kehidupan Bukan Kematian
BACAAN ALKITAB: Ulangan 30:11-20

Saudara-saudara yang diberkati Tuhan

Kita bersyukur karena kita sudah berada dipenghujung tahun 2018 atas bimbingan dan pemeliharaan Tuhan dalam hidup berje-maat. Kita sebagai jemaat telah mengambil bagian dalam memaju-kan persekutuan jemaat sehingga boleh saling mengasihi satu dengan yang lain. Dengan harapan bahwa Tuhan juga akan memberkati kita untuk memasuki hari esok untuk menikmati tahun baru 2019. Kita percaya bahwa tahun 2018 ada begitu banyak pengalaman yang menyenangkan ataupun tidak menyenangkan. Namun suatu hal yang pasti bahwa Tuhan telah menyertai perjalanan hidup kita pada tahun yang sudah akan lewat ini. Harus diakui bahwa seringkali  kita merasa takut dan cemas dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Ketakutan itu dapat disebabkan oleh karena pergumulan dan masalah ekonomi ataupun kesehatan yang dihadapi oleh pribadi dan keluarga. Tapi sebagai orang yang beriman kepada Tuhan yang Mahakuasa kita tetap menyakini bahwa Dia bersama dengan kita.

Saudara-saudara yang diberkati Tuhan

Kitab Ulangan berisi tentang peraturan dan ketetapan yang diperintahkan Tuhan kepada umat Israel yang sering melupakan penyertaan Tuhan kepada mereka, sehingga diingatkan kembali supaya tetap setia menjalankan perintah-Nya. Umat merasa sukar untuk menjalankan perintah Tuhan, sehingga penulis mengatakan” tidaklah terlalu sukar bagimu dan tidak pula terlalu jauh”. Hal ini menjelaskan bahwa untuk melaksanakan perintah Tuhan tidak jauh atau di langit ataupun di seberang laut tetapi perintah Tuhan ada dalam kehidupan nyata bagi umat-Nya. Ayat 14. Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan. Hal ini dimaksudkan supaya firman Tuhan yang diterima oleh umat Israel seperti hukum-hukum Tuhan hen-daknya dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari melalui  perkaatan dan perbuatan dan hendaknya FirmanTuhan itu  di lakukan dalam lingkungan terdekat. Ayat 15. Memberi penjelasan tentang pilihan tentang  kehidupan dan keberuntungan atau pilihan kematian dan kecelakaan. Umat Israel dingatkan dengan keras supaya memilih kehidupan, namun apabila mereka tidak berbalik kepada Tuhan, maka mereka mengalami hal-hal yang  tidak baik. Mereka dituntut supaya mengasihi Tuhan, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan oleh Tuhan, Allahmu di negeri kemana engkau masuk untuk mendudukinya. Janji ini akan diberikan kepada orang Israel apabila setia kepada Tuhan bahkan diberikan berkat yang melimpah. Namun apabila mereka berpaling dan tidak percaya kepada Tuhan maka mereka akan menerima konsekwensi dari ketidak-percayaan mereka. Mereka diajarkan dan dituntut dengan tegas supaya meng-akui Tuhan. Memang mereka diberi pilihan tetapi pilihan sebenarnya hanya satu yaitu mengasih dan percaya kepada Tuhan. Tetapi apa boleh buat kalau memang Israel mau memilih kematian dan kecelakaan maka resiko pasti mereka tanggung sendiri. Israel yang tidak mengasih Tuhan dengan segenap hati akan mengalami hal-hal yang lebih buruk. Tetapi apabila mereka menjalankan apa yang dijanjikan Tuhan Allah maka ada lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan Tuhan dengan sumpah kepada nenek moyang mereka. Memang dalam sejarah perjalanan hidup bangsa Israel sering mengalami pasang surut karena ketidak-setiaan mereka, dan mereka selalu diingatkan oleh Musa dan dilanjutkan Yosua supaya jangan meninggalkan Tuhan yang telah mengasihi mereka.

 

Saudara-saudara yang diberkati Tuhan.

Dalam suanana detik-tetik terakhir untuk mengakhiri tahun 2018, kita diajarkan dan dituntut untuk mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati dan dengan segenap akal budimu. Memang seringkali dunia ini banyak tawaran dan godaan untuk menjeru-muskan kita melakukan perbuatan dan menyimpang dari jalannya Tuhan. Peraturan dan ketetapan yang Tuhan berikan bukan untuk mempersulit hidup, tetapi melapangkan jalan untuk kehidupan  keluarga dan gereja. Untuk mempraktekan Firman Tuhan tidak membutuhkan tempat yang jauh tetapi Firman Tuhan dekat di mulut dan di hati. Kita semua orang pilihan Tuhan harus menyampaikan Firman Tuhan melalui mulut dan lidah kita supaya firman Tuhan itu disampaikan dengan baik. Tujuannya ialah supaya mengasih Tuhan dan sesama manusia.Tantangan dewasa ini ialah makin menipisnya  rasa solidaritas atas sesama manusia. Manusia sering hanya menonjolkan diri sendiri yang disertai dengan penonjolan harta benda, sehingga mengasihi Tuhan sering diabaikan.

Di penghujung tahun 2018 kita diajak untuk saling berdamai satu dengan yang lain. Walaupun berat rasanya tetapi kita harus berani untuk memaafkan dan mengasih sesama manusia.  Kita harus berjuang untuk lebih giat dan rajin beribadah serta rajin bekerja supaya mendapatkan rejeki/uang untuk kebutuhan keluarga dan sebagian dalam bentuk memberi persembahan persepuluhan. Sebagai jemaat marilah kita memilih kehidupan yang berdasarkan akan cinta kasih Kristus. Kita berharap bahwa di tahun 2019 psti  Tuhan akan senatiasa memberkati dan melindungi kita dimana saja kita berada.  Begitu juga  walaupun mengalami tantangan atau gagal sekalipun kita tidak perlu kuatir karena setiap perjuangan pasti ada hasilnya dikemudian hari. Kita ternyata tidak hanya mengumpulkan harta di dunia, tetapi kita juga mengumpulkan harta di sorgawi, sambil berharap kita semua berbahagia dan mendapatkan hidup yang kekal dalam Kerajaan Allah. Amin.