160 Tahun Jemaat Baitani Minanga

0
2696

GMIM.or.id  –  Minggu (28/6)  Jemaat Baitani Minanga merayakan Hari Ulang Tahun Jemaat Ke-160 tahun.  Menjadi perayaan HUT Jemaat ke 8 kalinya sejak dimekarkan menjadi dua jemaat, dimana jemaat Betlehem Minanga Satu sebagai hasil pemekaran dari Jemaat Baitani Minanga resmi berdiri sendiri sejak 30 September 2007 sesuai SK BPMS GMIM No. 27 Tahun 2007.  Sekalipun demikian, kami tetap merayakan HUT Jemaat bersama-sama, ungkap Ketua BPMJ Baitani Minanga Pdt. Marie Kolinug-Sahensolar, S.Th ketika diwawancarai GMIM.or.id di sela-sela perayaan HUT Ke-160 tahun jemaat . “Dalam berbagai kegiatan kami saling menopang.  Sebab, bagaimana pun Betlehem Minanga Satu pernah dan selalu menjadi bagian dalam sejarah perjalanan jemaat Baitani,” ungkap Sahensolar.

 Apa yang diungkap Sahensolar benar adanya. Terbukti, saat ibadah syukur HUT Ke-160 tahun Baitani Minanga sejumlah pelayan khusus dan anggota jemaat Betlehem Minanga Satu terlihat berbaur dengan para pelayan khusus dan anggota jemaat dari 15 kolom yang ada di jemaat Baitani Minanga.  Menyatu di bawah bangsal yang didirikan di samping gereja Baitani, suasana penuh keakraban sangat terlihat ketika acara demi acara digelar dalam rangkaian ibadah syukur tersebut.

Jemaat Baitani Minanga menjadi bagian  penting dalam perjalanan kehidupan berjemaat dan bermasyarakat di Kecamatan Posumaen Kabupaten Minahasa Tenggara.  Posumaen tergolong kecamatan yang  aman, dimana jemaat Baitani Minanga tumbuh dan menjadi berkat bagi banyak orang. Jauh dari tarkam, keributan,  maupun sengketa yang berdampak pada keamanan warga setempat,  menandakan apa yang ditanamkan para leluhur pendiri desa dan jemaat sangat mengakar kepada penduduk sekaligus warga gereja yang rata-rata bermata pencaharian sebagai nelayan dan petani kebun.

Hal tersebut mendapat apresiasi dari Kapolres Kabupaten Minahasa Selatan-Minahasa Tenggara Benny Bawensel ketika membawakan sambutan sehubungan dengan HUT Jemaat Baitani Minanga. “Saat ini saya sedang berkeliling ke seluruh wilayah Pemerintahan Kabupaten Minsel dan Mitra, dan di tempat ini saya jarang menemui apa yang selama ini saya lihat dan rasakan, yaitu rasa aman dan nyaman. Sebab,  selama saya berkeliling, baru kali ini saya mendapati suatu tempat yang tidak pernah terdengar kasus tarkam, perkelahian antar anak muda, dan peristiwa yang mengarah ke gangguan keamananan lainnya.  Ini bukti, para pendiri jemaat dan desa ini senantiasa mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi berikutnya. Bukan hanya lewat nasihat, tapi lewat sikap nyata dalam hal ini tindakan dan teladan,” ungkap Bawensel.

Pria kelahiran Likupang ini mengucap terima kasih kepada seluruh masyarakat dan warga gereja yang bahu membahu melahirkan citra dan keteladan dalam kehidupan sehari-hari. “Terima kasih untuk semua. Terima kasih kepada warga Minanga untuk dukungan kepada Pemerintah Minahasa Tenggara yang saat ini  sedang memacu pembangunan di berbagai bidang. Ini tercipta tidak semudah membalik telapak tangan. Tapi lahir dan diturunkan oleh para leluhur pendiri tempat ini,”  tutup Bawensel.

Diketahui, saat ini Pemkab Minahasa Tenggara sedang melakukan pelebaran jalan dan pengaspalan jalan sekitar  6 km, yang bertujuan  untuk percepatan pertumbuhan ekonomi di Minahasa Tenggara, khususnya Kecamatan Posumaen dimana Jemaat Baitani Minanga berada dan dari sini juga hadir  putra-putri Minanga yang berkualitas terlibat dalam memajukan Kabupaten Minahasa Tenggara dan Gereja Masehi Injili di Minahasa menjadi semakin diperhitungkan.

(Penulis dan Foto: Frangki Noldy Lontaan. Editor: Pdt. Janny Ch. Rende)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here