25 Mei 2015, Hari Pentakosta II/ Hari Persatuan PKB GMIM

0
2697

TEMA MINGGUAN: “Pelayanan Dilaksanakan, Persatuan Dirajut dan Pentakosta Dirayakan ”
Bahan Alkitab: 1 Korintus 16:5-9;

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan. Shalom bagi kita sekalian.

Setiap tahun gereja kita, khususnya Pria/Kaum Bapa merayakan Hari Persatuan Pria/Kaum Bapa GMIM yang berkaitan dengan hari Pentakosta. Berbagai kegiatan dilaksanakan baik di aras jemaat, wilayah dan sinodal. Namun ada berbagai pertanyaan, apa manfaat dari perayaan seperti ini? Bagaimana kaitannya dengan pelayanan gereja? Adakah manfaatnya untuk  persatuan? Dan apa hubungannya dengan hari Pentakosta? Jangan-jangan itu hanya bersifat seremonial, hanya menghabiskan uang, tenaga, pikiran dan seterusnya. Berbagai jawaban bisa bermunculan, tergantung sudut pandang bahkan kepentingan situasi dan kondisi. Untuk memberi jawab atas berbagai pertanyaan itu, mari kita belajar dan berefleksi dari bagian Alkitab ini.

Sebagaimana banyak kesaksian Alkitab bahwa rasul Paulus, melayani diberbagai tempat, bertemu dengan banyak orang, baik yang menyokong maupun yang memusuhinya. Dalam pengajarannya tentang Allah yang menyatakan diri dalam Yesus Kristus yang mati dan bangkit serta kuasa Roh Kudus yang tercurah bagi gereja-Nya, Paulus tak lupa merayakan perayaan-perayaan keagamaan termasuk perayaan hari Pentakosta.

Disebutkan dalam bagian Alkitab ini bahwa Paulus berencana mengunjungi Korintus, untuk bertemu dengan jemaat di sana dan selanjutnya akan merayakan hari Pentakosta di Efesus. Jadi khususnya dari ayat-ayat yang kita baca ini, tiga hal penting yang tetap dilakukan oleh Paulus, yang tak boleh dipisahkan satu sama lain dan tidak ada yang lebih penting dari antaranya selain dari saling melengkapi dan menyem purnakan sebagai bentuk kepelayanan bagi Tuhan sebagai tujuan akhir dalam hidupnya. Ketiga hal itu adalah : Pelayanan yang dilaksanakan, persatuan tetap dirajut dan perayaan dalam hal ini Pentakosta dirayakan.

Begitu luas daerah pelayanan Paulus, ia bukan hanya mengajar, tapi juga membantu jemaat-jemaat untuk bertumbuh secara ekonomi dengan bantuan keuangan yang dikumpulkannya untuk jemaat di Yerusalem (ayat 1-4). Selanjutnya ia melintasi Makedonia. Itu berarti ia akan menyeberang Laut Tengah yang ganas, melintasi pulau-pulau kecil, berbagai desa dan kota serta dataran yang terbentang luas. Dan ini harus di tempuh berbulan-bulan lamanya. Daya tahan, mentalitas, pengorbanan, penyerahan diri, kedisiplinan, lapar dan haus menghadangnya dalam pelayanan. Tetapi ketaatannya kepada Tuhan dan kecintaannya terhadap penyelamatan jiwa-jiwa terus mendorong Paulus untuk terus melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya kepada Tuhan.

Selanjutnya, di Korintus ia akan tinggal beberapa lamanya. Di sana saat mengalami musim dingin ia akan merajut, membentuk dan membangun persatuan dengan jemaat Korintus. Paulus sadar bahwa ia membutuhkan orang lain untuk menghadapi musim dan tanggung jawab dalam perjalanan pelayanan selanjutnya. Melalui komunikasi surat ini Paulus membuka dirinya untuk bersama orang lain menghadapi iklim atau musim dingin dan pelayanan selanjutnya. Jadi penting sekali merajut persatuan menghadapi perobahan alam serta dalam menghadapi tugas tangggung jawab pelayanan ke depan.

Bagi kita di Indonesia,  berhadapan dengan musim penghujan dan musim panas. Ketika musim penghujan tiba berbagai bencana menghantam kita seperti banjir, tanah longsor, kerusakan sarana dan prasana. Demikianpun di musim panas, kita berhadapan dengan kekeringan, gagal panen, kebakaran hutan dan udara panas yang sangat menyengat. Akibatnya banyak kerusakan, kerugian, penderitaan dan korban jiwa. Belum lagi dengan berbagai perobahan iklim sosial,  ekonomi, budaya dan politik yang mengakibatkan kemiskinan, ketidak adilan, radikalisme dan kerusakan lingkungan. Untuk menangani semua ini, persatuan setiap anak bangsa di dalamnya persatuan Pria/ Kaum Bapa dengan berbagai latar belakang mutlak diperlukan. Semua harus terbuka untuk merajut persatuan.

Di tanah Minahasa, kita dipengaruhi dengan masalah-masalah yang terjadi secara global, regional dan berhadapan dengan masalah-masalah lokal, khususnya yang terjadi di lingkungan Gereja Masehi Injili di Minahasa yang terdiri dari berbagai latar belakang etnik, status sosial, warna politik, pekerjaan dan lokasi pelayanan. Semua ini dapat menimbulkan gesekan dan perpecahan, termasuk dalam keluarga juga berbagai masalah penyakit sosial dapat bermunculan serta berbagai masalah pelayanan secara intern. Seperti penilaian dan interpretasi terhadap tata gereja, liturgi dan doa dalam peribadatan, dogma, keuangan, administrasi, lembaga, hubungan antar pribadi dan lain sebagainya. Sementara di pihak lain kita mengemban tugas tanggung jawab pelayanan yang sangat berat. Semua ini tak dapat diatasi tanpa persatuan. Persatuan harus diidentikan dengan persekutuan, karena tanpa persekutuan tak ada persatuan demikianpun sebaliknya. Persatuan atau juga persekutuan hanya bisa terjadi jika ada sikap terbuka seperti Paulus yang mau datang menemui jemaat di Korintus demikianpun sebaliknya mereka mau terbuka terhadap kehadiran Paulus.

Pelayanan yang terus dilakukan dan persatuan yang dibangun Paulus tak dapat dipisahkan dengan perayaan gerejawi  karena dia juga merayakan perayaan gerejawi seperti hari Pentakosta yang ingin dirayakannya dengan jemaat di Efesus. Perayaan hari Pentakosta adalah peringatan saat turunnya Roh kudus di Yerusalem. Pada saat itu Roh Kudus yang tercurah memampukan para rasul melaksanakan tugas pelayanan untuk segala bangsa, juga oleh kuasa Roh Kudus terjadilah persatuan di antara orang percaya dari segala bangsa yang dapat mengerti apa kehendak firman dan oleh kuasa Roh Kudus mereka dikuatkan untuk melanjutkan tugas pelayanan pemberitaan injil ke seluruh dunia.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan.

Melalui perayaan HAPSA P/KB GMIM saat ini, semua kita diingatkan dan dimotivasi untuk tidak hanya memberi arti secara seremonial, tetapi melalui semangat Pentakosta, dengan tercurahnya Roh Kudus atas gereja kita, mari kita terus melanjut-lanjutkan pelayanan sesuai dengan talenta-talenta yang Tuhan anugerahkan bagi kita. Juga melalui perayaan ini,  persatuan di antara kita yang datang dari berbagai latar belakang, semakin kuat dan kokoh, dapat bergandengan tangan, bekerja sama dan saling memberkati. Bahkan dengan perayaan ini, mari kita hadapi bersama berbagai masalah yang bisa datang dari dalam maupun dari luar. Biarlah kita berkata seperti Paulus: “sebab di sini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang“. Artinya sekalipun terjadi berbagai pertentangan tetapi pelayanan termasuk persatuan di dalam Tuhan harus tetap dilanjutkan. Semuanya boleh terlaksana oleh pertolongan Roh Kudus. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here