Jadikan Momentum Pengucapan Syukur Untuk Mendemonstrasikan Segala Kebaikan Tuhan

0
3068

GMIM.or.id – Jati diri, integritas sebagai orang percaya hendaklah dijaga. Jangan menjadi bodoh atau fasik ketika merayakan pengucapan syukur. Demikian diungkapkan Ketua Komisi Pelayanan Pria/Kaum Bapa Sinode Pnt. Ir. Stefanus BAN Liow ketika memimpin Ibadah Pengucapan Syukur Jemaat GMIM Yerusalem Tataaran, Minggu (24/072016)  pukul 09.00 Wita.

Ia mengatakan, jika orang bodoh dan orang fasik tidak dikehendaki Tuhan, sebaliknya orang benar akan diberkati. “Jangan karena hanya menyiapkan makanan, kue untuk pengucapan, kita tidak hadir dalam ibadah minggu jemaat.  Mabuk-mabukan, berjudi, bahkan terlibat perkelahian adalah kebodohan yang sering dilakukan sebagian orang dalam merayakan pengucapan syukur,” tegas Pnt. Stefa dalam khotbahnya.

Ia pun mengingatkan, berkat Tuhan bukan hanya hasil pertanian, sebagaimana yang menjadi dasar perayaan pengucapan syukur orang Minahasa. Pekerjaaan yang dipercayakan Tuhan kepada Jemaat adalah suatu berkat yang perlu disyukuri lewat ketaatan hidup sebagai orang-orang benar. “Mari kita jadikan momentum pengucapan syukur ini  untuk mendemonstrasikan segala kebaikan, kejujuran dan kesetian sebagai orang yang percaya dan taat akan Tuhan, sejak usia muda sampai masa tua,” ujarnya di akhir khotbah.

Usai ibadah Pnt. Ir. Stefanus BAN Liow didampingi Sekretaris W/KI Sinode GMIM Pnt. Ir. Miky JL Wenur melaksanakan percakapan dengan para Pelayan Khusus dan sejumlah anggota Jemaat dan menyerahkan sumbangan untuk pembangunan Pastori Dua Jemaat Yerusalem Tataaran.

(Penulis dan Foto: Frangki Noldy Lontaan. Editor: Pdt. Janny Ch. Rende, MTh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here