Keluarga yang Berserah Pada Rencana Allah
Matius 1:14-16
Bagian bacaan Alkitab hari ini menuliskan nama-nama leluhur Yesus Kristus sebagai Imam-Imam. Zadok dikenal sebagai Imam keturunan Harun (I Tawarikh 6:1-8;49-53) dan menguasai keimaman di Yerusalem (Yeheskiel 40:46). Jusuf dan Maria memperanakkan Yesus Kristus sekalipun mengandung oleh Roh Kudus. Jusuf dikenal sebagai lelaki yang tulus hati dan bermimpi dijumpai Malaikat untuk tidak takut mengambil Maria sebagai Istrinya sekalipun mereka belum menikah. Demikian juga Maria dijumpai Malaikat (Lukas 1:28-31) yang mendapat kasih karunia Allah untuk mengandung dari Roh Kudus supaya dapat melahirkan Yesus Kristus. Sikap Maria hanya menyerahkan seluruh rencana Allah dalam kuasa-Nya.
Kita percaya bahwa Yesus Kristus sejak lahir sampai dewasa Ia dalam asuhan Jusuf dan Maria sebagai simbol keluarga sederhana yang tidak memiliki status sosial yang terhormat; tidak kaya, tidak memiliki latar pendidikan yang mumpuni, bukan pemimpin dan lain-lain. Peranan Jusuf dan Maria pasti sangat signifikan bagi perkembangan mental, spiritual dan pembentukan karakter pribadi Tuhan Yesus.
Peradaban manusia yang moderen ini membutuhkan pola pendidikan keluarga yang dapat menyentuh hati setiap anggotanya. Ibu dan Bapa harus menjadi teladan dalam pikiran, ucapan dan perilaku bagi anak. Anak yang baik harus meneladani perilaku orang tua dan harus menjadi anak yang cerdas iman dan pengetahuan. Amin.
Doa: Kami bersyukur pada-Mu ya Tuhan, karena boleh belajar dari keluarga Jusuf dan Maria untuk tulus dan menyerahkan hidup dalam kehendak-Mu. Amin.