RHK Kamis, 21 September 2017

0
1747

Pelayan, Harus Menjadi Teladan

1 Korintus 4:15-16

Keteladanan rasul Paulus memuncak pada dikirimkannya Timotius untuk memperingatkan jemaat Korintus pada kehidupan di dalam Kristus. Timotius adalah anak rohani Paulus, merupakan kepanjangan tangan Paulus untuk menyentuh dengan kasih kepada orang-orang Korintus yang membutuhkan kehadiran Injil keselamatan.

Dalam bacaan ini Paulus menyebut dirinya sebagai bapa bagi jemaat Korintus. Pengertian sebagai bapa menunjuk pada kepedulian, kasih dan keteladanan. Keteladanan Paulus sebagai bapa ditunjukkan melalui kesepadanan antara perkataan dan perbuatan. Ia melakukan apa yang dikhotbahkan dan mengkhot-bahkan apa yang dilakukan. Ia lantang berbicara tentang kebe-naran, dan melakukan kebenaran dengan kesungguhan. Bukan, mulut berteriak kebenaran tapi tindakan di luar kebenaran.

Secara faktual, ada begitu banyak orang yang bicara lain, dan melakukan lain. Bicara kasih tetapi menarik tangan untuk menyentuh orang lapar, hina dan menderita. Bicara kesetiaan, tapi melakukan penghianatan. Bicara damai sejahtera tapi mela-kukan kebencian. Bicara pengampunan tapi tidak memaafkan orang yang pernah bersalah.

Sebagai keluarga Kristen, kita harus menjadi ibu dan bapa yang baik bagi anak-anak kita. Keteladanan orang tua diwujudkan dalam keselarasan perkataan dan perbuatan. Paulus tidak ingin jemaat Korintus kehilagan kesempatan menikmati kehadiran Tuhan. Paulus tentunya juga tidak ingin kita demikian. Sebab di mana ada kebenaran yang kita katakan dan perjuangkan, di situ pasti ada berkat  Tuhan yang kita harapkan. Amin.

Doa: Tuhan, kami bersyukur untuk keteladanan Paulus yang memberi makna perlunya membangun keutuhan antara perka- taan dan perbuatan. Kiranya kami menjadi pribadi-pribadi dalam sebuah keluarga yang melakukan apa yang kami perkatakan dan memperkatakan apa yang kami lakukan. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here