Sediakan Waktu Untuk Sembahyang

Kisah Para Rasul 3:1

Kekristenan lahir dari latar belakang agama Yahudi. Petrus dan Yohanes yang adalah orang Yahudi menaati kewajiban agamanya untuk pergi ke Bait Allah pada pukul tiga petang. Kebiasaan untuk mempersembahkan korban syukur pada waktu kedua sesudah pagi hari ini dilakukan mereka dengan baik. Hal ini tidak sekedar tradisi melainkan suatu bentuk ketaatan untuk menyembah yang Maha Kuasa (sembahyang).

Sebagai orang Kristen setiap saat kita dapat berko-munikasi dengan Tuhan. Kapan dan dimana saja, Tuhan mau mendengar doa orang yang berseru kepada-Nya (bnd. Roma 12:12b). Kendati demikian setiap anggota keluarga harus memiliki waktu khusus untuk sembahyang. Petrus dan Yohanes memberikan teladan kepada kita untukĀ  berdoa di Bait Allah. Keluarga Kristen juga harus memiliki kerinduan yang sama untuk berdoa di gereja, dengan membangun komunikasi yang akrab dengan Tuhan maka kita akan selalu yakin bahwa Tuhan berada bersama dengan kita, baik sehat atau sakit, banya doi atau abis doi.

Kita juga perlu waktu doa keluarga, untuk saling mendoakan dan menguatkan sesama anggota keluarga. Di hari ini (May Day= hari buruh), kita mendoakan para buruh supaya terwujud keberpihakkan pemimpin kepada bawahan, yang kaya kepada yang miskin. Mari kita siapkan waktu (5-30 menit) untuk berdoa agar Tuhan mentransformasi keluarga, jemaat dan bangsa kita supaya boleh melakukan dan menikmati keadilan dan kese-jahteraan hidup.

Di hari minggu ini, kita diingatkan sebagai keluarga Kristen supaya beribadah di rumah-Nya yang kudus. Tuhan memberikan kita tujuh hari seminggu, 6 hari lamanya kita gunakan untuk bekerja, sebab dalam pemahaman Kristen kerja adalah ibadah. Kendati demikian kita tetap harus memprio-ritaskan waktu untuk berdoa dan beribadah kepada Tuhan. Amin.

Doa: Tuhan terima kasih, Engkau mengajarkan kami untuk menyiapkan waktu berdoa dan beribadah kepada-Mu. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top