RHK Senin, 2 Mei 2016

0
1804

Kelumpuhan Jangan Menjadi Penghalang Kemandirian

Kisah Para Rasul 3:2

Firman Tuhan hari ini menceritakan seorang lumpuh sejak lahir, usianya sudah lebih dari 40 tahun. Selama puluhan tahun ia menderita dan tiap hari ia diusung ke dekat pintu gerbang Indah di Bait Allah untuk meminta sedekah. Hidupnya bergantung dari belas kasihan orang, yaitu para pengusungnya dan orang yang memberi sedekah untuk kelangsungan hidup-nya dan keluarganya. Bagi orang yang lumpuh itu, hal meminta sedekah merupakan suatu pilihan sebab tidak ada cara lain yang dapat dilakukannya untuk menafkahi hidupnya.

Gerbang indah dipenuhi dengan penyandang cacat dan orang miskin, mereka tidak diperkenankan masuk ke Bait Allah karena dianggap najis secara ritual. “Gerbang indah” itu menjadi penghalang kemandirian  bagi mereka sebaliknya  orang banyak dapat masuk dengan leluasa melalui pintu itu.

Penyandang disabilitas (cacat mental dan fisik) adalah orang yang tak berdaya namun tidak boleh diperdayakan, mereka harus mendapat tempat dan ruang yang sama dengan yang lain. Kendati kehidupan mereka tergantung pada orang lain tapi mereka juga bisa bangkit untuk mandiri. Inilah model pendidikan inklusif yang perlu terus dikembangkan untuk men-jawab kebutuhan pelayanan.

Keluarga Kristen yang diberkati Tuhan, kita diajak meng-utamakan pendidikan bagi anak-anak kita, mulai dari rumah sebagai basis utama pendidikan dalam pendidikan karakter kristiani. Kita juga terpanggil untuk menopang sarana dan pra-sarana pendidikan; sebab pendidikan memberikan kehidupan bagi kita. Amin.

Doa: Tuhan, mampukanlah kami untuk menuntut ilmu demi meningkatkan kemandirian hidup, serta memberdayakan orang lain yang mengalami kelumpuhan hidup. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here