RHK Selasa, 30 Juni 2015

0
2201

Didikan yang Menyelamatkan

Amsal 23:13-14

Pepatah lama mengatakan: “Di ujung cambuk ada emas”, memberi makna bahwa hajaran, tindakan fisik yang diberikan akan membuat anak menjadi baik. Memang banyak yang menganggap bahwa dalam proses pendidikan tindakan fisik yang kasar merupakan satu-satunya cara menghukum anak yang tidak dengar-dengaran. Bagian Alkitab hari ini tidak dimaksudkan cara seperti itu. Dalam mendidik anak yang kadangkala perilakunya menunjukan sikap tidak dengar-dengaran dan tidak patuh membuat jengkel orang tua. Seperti kutipan ini: “…ia tidak akan mati kalau …memukulnya dengan rotan”. Memukul anak dengan rotan karena sudah melakukan pelanggaran yang besar merupakan kebiasan umum, namun tindakan ini harus dibedakan dengan cara manusia memukul binatang seperti yang dilakukan oleh seorang kusir bendi atau kusir roda sapi yang memukul kuda maupun sapi dengan penuh emosi disertai kata-kata yang kasar. Kekerasan fisik adalah agresi fisik yang diarahkan pada seorang anak oleh orang dewasa seperti: meninju, memukul, menendang, mendorong, menampar, membakar, membuat memar, menarik telinga atau rambut, menusuk, membuat tersedak atau menguncang seorang anak. Hukuman tidak harus dengan kekerasan tetapi dapat dilakukan dalam bentuk sangsi ekonomi misalnya dengan mengurangi jatah uang jajan atau menunda kebutuhan sekunder yang tidak terlalu perlu, seperti pakaian, pulsa, dll.

Pukulan orang tua/hukuman bagi anak sebagai bentuk pengajaran yang didasarkan pada cinta kasih dimaksudkan demi kebaikan atau menghindari anak dari kecelakaan/kematian karena misalnya anak yang kita biarkan mabuk, bisa mengarah pada perselisihan, berkelahi, lalu menggunakan senjata tajam (pisau), akhirnya tertusuk pisau dan mati. Tuhan Allah juga menghajar orang yang dikasihi-Nya dan menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak (Ibrani 12:6). Dalam interaksi anak dan orang tua di tengah keluarga tentu saja ada banyak persoalan yang dihadapi baik oleh orang tua maupun anak. Anak tidak saja hanya belajar hidup dari lingkungan keluarga (internal) tetapi juga belajar dari lingkungan sosial/masyarakat (eksternal).

Akan tetapi keluarga sebagai lembaga informal primer yang menjadi anutan anak karena itu Tuhan Yesus pernah berkata: “setiap pohon dikenal dari   buahnya”. (Lukas 6:44). Setiap orang tua pasti menghendaki anaknya bebas dari godaan untuk melakukan kejahatan supaya memiliki masa depan. Sebaliknya sebagai anak menerima hajaran orang tua yang mungkin menyakitkan, tetapi sebenarnya itu demi masa depan. Amin.

Doa: Ya Tuhan, hindarkanlah anak-anak kami dari godaan kejahatan. Sebagai orang tua kami akan berusaha untuk mendidik anak-anak kami dengan penuh cinta kasih. Sebagai anak-anak ajarlah kami menerima didikan dan ajaran orang tua demi masa depan kami. Agar kami seisi keluarga bebas dari ancaman dan mendapatkan keselamatan-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here